{"id":207,"date":"2022-10-07T15:30:22","date_gmt":"2022-10-07T08:30:22","guid":{"rendered":"https:\/\/penerbitpuyol.com\/?p=207"},"modified":"2022-10-07T15:30:57","modified_gmt":"2022-10-07T08:30:57","slug":"bangkrut-moral-kumpulan-puisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penerbitpuyol.com\/?p=207","title":{"rendered":"BANGKRUT MORAL: Kumpulan Puisi"},"content":{"rendered":"<p>Puisi merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang bersifat emosional dengan ekspresi bahasa yang kaya, padat, dan penuh daya pikat, serta mempertimbangkan keindahan. Begitulah puisi hadir sebagai ekspresi pengalaman seseorang yang hadir dalam ruang intelektualitasnya tentang fenomena-fenomena serta peristiwa-peristiwa yang ada di sekitarnya.<\/p>\n<p>Konsep puisi tersebut secara riil dihadirkan dalam buku kumpulan puisi ini dimana 69 buah puisi yang kesemuanya menggambarkan realitas sosial masyarakat Indonesia saat ini \u2013 yang menunjukkan kerusakan dan degradasi moral, seperti tergambar dalam puisi \u201cMemang Aku Sampah\u201d, \u201cOrde Macam Apa\u201d, \u201cBangkrut Moral\u201d, \u201cKelas Terhisab\u201d, serta 65 puisi lainnya.<\/p>\n<p>Bangkrutnya moral bangsa Indonesia harus dilawan. Nah, untuk melawannya dimulai dari masing-masing kita sendiri, dimulai dengan lingkungan keluarga dan lingkungan tempat tinggal, serta lingkungan kerja dan kemudian meluas menjadi lingkungan kota dan lingkungan negara. Sepenggal larik dalam puisi <em>Melawan Diri Kami<\/em> bahwa \u201cTak ada perlawanan yang kuat selain perlawanan melawan diri kami.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Puisi merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang bersifat emosional dengan ekspresi bahasa yang kaya, padat, dan penuh daya pikat, serta mempertimbangkan keindahan. Begitulah puisi hadir sebagai ekspresi pengalaman seseorang yang hadir dalam ruang intelektualitasnya tentang fenomena-fenomena serta peristiwa-peristiwa yang ada di sekitarnya. Konsep puisi tersebut secara riil dihadirkan dalam buku kumpulan puisi ini dimana&#8230; <a href=\"https:\/\/penerbitpuyol.com\/?p=207\">selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":208,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12,7,1],"tags":[],"class_list":["post-207","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fiksi","category-sastra","category-umum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penerbitpuyol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/207","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/penerbitpuyol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penerbitpuyol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbitpuyol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbitpuyol.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=207"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/penerbitpuyol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/207\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":209,"href":"https:\/\/penerbitpuyol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/207\/revisions\/209"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbitpuyol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/208"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penerbitpuyol.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=207"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbitpuyol.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=207"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbitpuyol.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=207"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}